The Day of The Jackal Cover Edited
( Edited Image, source: Libby )

The Day of The Jackal, Petualangan Pembunuh Bayaran yang Melegenda

17 Apr 2024, (terakhir diedit pada 17 Apr 2024)
168
0

Tulisan ini adalah yang kedua tentang buku, saya merasa sangat bersemangat! Okey kali ini saya akan berbagi mengenai sebuah buku yang saya baca dalam versi bahasa Inggris. The Day of The Jackal adalah sebuah buku dari Frederick Forsyth, seorang penulis Prancis, yang menggunakan bahasa Inggris (sekalipun memang ada beberapa baris berbahasa Prancis). Buku ini sendiri terbit pada tahun 1971, jadi memang buku yang sudah tua.

Langsung ke peliaian buku. Menurut saya, buku ini sangat bagus untuk buku di masanya. Ceritanya punya sisi menarik yang kuat ditambah berbagai detail cerita yang meyakinkan. Sebuah petualangan yang membuat kita bisa berfantasi sebagai seorang pembunuh profesional yang mendapat tugas besar sebagai garansi pensiun. Namun, buku lama tetap buku lama. Tidak bisa dipungkiri banyak bagian-bagian cerita yang tidak terasa unik dan baru karena sudah sering kita temui di cerita-cerita yang lain.

Buku ini juga saya baca lumayan lama sebelum membuat tulisan ini. Lebih lama malah jika dibanding Keajaiban Toko Kelontong Namiya. Semoga tulisan ini tidak ngawur ya, juga tidak sesat.

Okey bagi kalian yang ingin pembahasan lebih lengkap, ini dia!

Awal Saya Tahu Buku Ini

Kebetulan. Sebenarnya tidak ada proses pencarian khusus sehingga saya menemukan buku ini. Saat itu saya masih SMP (kalau tidak salah) dan saya sedang di Gramedia cari-cari buku. Nah, saat itu saya tertarik pada dua novel. Yang pertama adalah buku ini, The Day of The Jackal, dan yang kedua adalah Lost, buku dari Australia yang mendapat Ned Kelly Award. Dua-duanya buku yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia, karena tentu saja waktu SMP saya masih tidak terlalu pandai bahasa Inggris. Pada saat itu, saya lebih tertarik dengan Lost karena ada penghargaannya. Akan tetapi, saya sendiri menyesal membeli buku tersebut karena kurang cocok dengan ceritanya.

The Day of The Jackal versi Indonesia Sampul yang Saya Ingat Saya Lihat di Gramedia (sumber: Tokopedia)

Bagaimana Saya Bisa Membaca Buku Ini

Melalui Libby dengan kartu perpustakaan British Council. Penghargaan kepada Joni (Rahman Soniraka), teman saya sejak SMA, saya jadi bisa bertemu lagi dengan buku Jackal yang melegenda ini setelah belasan tahun lamanya.

Libby sendiri adalah sebuah aplikasi yang memungkinkan orang-orang untuk bisa meminjam buku secara digital. Saya tidak terlalu paham sistemnya, tapi program ini hanya sebatas sarana. Untuk benar-benar bisa meminjam buku, pengguna harus terlebih dahulu punya kartu perpustakaan digital yang bisa digunakan di Libby. Jadi nanti buku yang tersedia juga mengikuti dari keanggotaan perpustakaan sesuai dengan kartu tersebut.

British Council sendiri adalah salah satu lembaga yang menyediakan akses ke buku-buku digital yang mereka miliki bagi masyarakat Indonesia. Untuk bisa mendapatkan kartu perpustakaan dari mereka, tinggal mendaftarkan diri ke situs resminya.

Screenshot The Day of The Jackal di Libby Screenshot The Day of The Jackal di Libby

Nah, salah satu buku yang tersedia melalui kartu perpustakaan digital British Council adalah The Day of The Jackal yang kebetulan kepikiran saja saat saya sedang browsing mencoba-coba aplikasi Libby. Kebetulan juga buku tersebut available dan dengan demikian buku ini adalah buku pertama yang saya baca melalui aplikasi tersebut.

Sedikit cerita pengalaman membaca di Libby. Bisa dikatakan menyenangkan. Tampilan berupa tulisan digital yang bisa diperbesar/diperkecil sesuai keinginan, mirip saat kita membaca artikel internet di browser smartphone. Jadi bukan halaman fix seperti buku cetak biasa yang dibuat versi digitalnya. Selain itu, terdapat kamus yang bisa digunakan untuk mencari definisi dari kata yang tidak kita ketahui. Hanya saja, kamus tersebut bukan kamus translate ke bahasa Indonesia. Kamus tersebut juga sayangnya membutuhkan akses internet untuk dapat digunakan.

Bagaimana Cara Sang Jackal Membunuh Presiden?

Okey, kita mulai masuk ke cerita dalam buku. The Day of The Jackal mengambil latar Prancis dan sekitarnya di era 1960-an. Saat itu Prancis sedang menghadapi ancaman terorisme dari OAS yang melakukan berbagai tindakan untuk membunuh Charles de Gaulle, presiden saat itu. Aksi terorisme tersebut dilatarbelakangi rasa tidak puas atas merdekanya Algeria. Para veteran perang Algeria merasa dikhianati oleh sang presiden hingga membentuk organisasi tersebut untuk membalas dendam. Namun berbagai usaha mereka gagal hingga banyak dari anggota OAS bahkan pemimpin-pemimpinnya tertangkap dan dieksekusi.

Tiga petinggi OAS yang tersisa sadar bahwa organisasi mereka itu terbentuk dengan basis militer Prancis. Bagaimanapun, rencana mereka akan mudah diendus oleh secret service Prancis. Akhirnya, mereka memutuskan cara satu-satunya untuk menjalankan tujuan mereka adalah dengan menyewa pembunuh bayaran dari luar sistem. Pilihan jatuh pada Sang Jackal, pria Inggris tinggi dan berambut pirang.

Cerita lalu berlanjut dengan berbagai aksi spionase, militer, dan kriminal tingkat tinggi. Cara Jackal merencanakan dan mempersiapkan pembunuhan terbesarnya: penyamaran, mempersiapkan senjata, penyusupan, dll. Lalu dari sisi secret service Prancis dengan tipu muslihat mereka hingga bisa menemukan garis besar rencana rahasia OAS. Dari pihak OAS sendiri dengan informan mereka yang dengan lihai mengecoh salah satu pejabat tertinggi di negara tersebut, mereka jadi tahu rencana mereka tidak berjalan semulus yang mereka harapkan.

Akhirnya, bukan masalah apakah Jackal berhasil atau tidak. Namun, bagaimana cara Jackal bisa melaksanakan tugasnya? Lebih-lebih lagi, bagaimana cara dia bisa selamat setelah itu? Dan tentu, bagaimana pihak Prancis melawan rencana pembunuhan presiden paling berani yang pernah mereka hadapi tersebut?

Apa yang Saya Suka dari Buku Ini

Hal paling terasa menyenangkan dari buku ini adalah ceritanya bisa diterima dan dipercaya. Pada taraf fiksi, setiap informasi yang dijelaskan dalam buku ini terasa logis-logis saja. Tidak terasa suatu 'keajaiban Hollywood' yang terkesan dipaksakan untuk membuat 'bombastis' hingga pembaca dibuat terpana. Ya, mungkin ada beberapa kebetulan-kebetulan yang membuat garuk-garuk kepala, tapi itu lebih berkaitan dengan alurnya saja. Banyak data pendukung disajikan untuk membuat suasana jadi faktual, seperti instansi militer Prancis, struktur organisasi secret service, detail mengenai senjata api, hingga beberapa kejadian dalam sejarah negara Prancis. Saya sendiri tidak tahu apakah data tersebut benar adanya, tapi saat baca saya merasa data tersebut mendetail dan menarik. Intinya, ini novel. Kalau ada data-data ya bisa benar bisa tidak, tapi jelas keberadaannya akan menguatkan alur cerita.

Okey selanjutnya, memang alurnya kadang ada kebetulan-kebetulan yang mengganjal, tapi tetap saja bagaimana cerita berjalan masih menarik dan menyenangkan. Saya bisa membayangkan betapa lihai Si Jackal ini. Bagaimana dia bisa berpikir dengan cepat dan tepat, lalu persiapan-persiapan yang ia lakukan yang selalu on point yang membuat saya bisa ngefans pada kharakternya. Bagaimana ia tetap berusaha tenang dan solutif dalam situasi kejar-dikejar, menggunakan kreativitas yang mind blowing. Lalu dari sisi pemerintah Prancis sendiri juga tidak kalah menarik. Bagaimana orang-orang yang ditunjuk untuk menghadapi serangan OAS bekerja siang dan malam dengan sangat mengenal lelah (iya, mereka lelah, tapi tetap bekerja keras).

Saya merasa cerita-cerita kriminal selalu menyenangkan saat melihat dari sudut pandang kepolisian yang memperlihatkan anggotanya yang tidak tidur berhari-hari, atau mungkin tidur beberapa jam saja setelah beberapa hari, untuk bisa mendapatkan kemajuan penyelidikan secepat mungkin. Karena taruhan nyawa, jelas tidak ada tawar-menawar. Saya selalu menemukan yang seperti itu membuat saya tertarik.

Kembali lagi ke sisi pihak Prancis, bagaimana cara kerja mereka yang sangat khas dilakukan oleh pihak keamanan. Melalui jaringan-jaringan antar negara, melalui bertumpuk-tumpuk berkas, melalui kenalan-kenalan khusus, melalui kabar-kabar burung dan rumor. Saat saya tumbuh besar, saya merasa cerita yang seperti itu tidak kalah menarik jika dibanding cerita Sherlock Holmes yang entah bagaimana bisa menemukan informasi paling penting dari noda lumpur di kaus kaki.

Apa yang Saya Tidak Suka

Yang paling tidak saya suka adalah bahasa. Saya membaca versi Inggris, dan sepertinya memang buku ini ditulis dengan bahasa Inggris sekalipun dari pengarang Prancis, dan bahasanya sangat sulit! Maksud saya, bahasanya tidak seperti artikel-artikel teknologi di internet atau video-video dari Youtuber Amerika atau Australia. Ada banyak kosa kata yang baru pertama kali saya temui, juga struktur kalimat yang membuat saya benar-benar bingung. Ditambah lagi terkadang ada dialog bahasa Prancis tanpa terjemahan (mengapa harus ada sih yang beginian?). Butuh waktu lama bagi saya untuk membaca buku ini (sekalipun saya memang selalu sangat lama kalau membaca buku bahasa Inggris), hingga akhirnya di malam terakhir peminjaman buku ini saya baca banyak sekali halaman tanpa terlalu memikirkan apakah saya paham atau tidak.

Poin yang kurang menarik selanjutnya adalah kerumitan dari data atau informasi pendukung yang disajikan. Memang seperti yang saya sebut sebelumnya, data dan informasi membuat ceritanya menjadi terasa realistis. Namun penjelasan yang diberikan di buku ini cukup minim. Misalnya saya sangat frustasi saat membaca bagian deskripsi komponen-komponen senapan. Ya saya memang sering lihat film-film aksi, tapi saya tidak terlalu paham menganai anatomi senjata api. Seandainya informasi-informasi yang ada lebih dijelaskan, maka buku ini akan lebih mudah dibaca. Minimal catatan kaki lah. Namun mungkin asumsi penulis adalah pembaca buku ini kebanyakan dari negara liberal seperti Inggris dan Amerika yang familiar dengan hal-hal kemiliteran. Salah saya sendiri memang, mengapa perlu baca versi bahasa Inggris.

The Day of The Jackal Film Buku Ini Sempat Diangkat ke Layar Lebar di Tahun 1973. Sumber: IMDb

Poin lain yang mungkin menjadikan buku ini kurang menarik adalah setting waktu yang sudah cukup lama. Teknologi di tahun 1960-an itu sangat berbeda dengan teknologi sekarang. Banyak celah yang bisa digunakan Jackal untuk bisa berkelit karena mungkin tidak ada kamera pengawas, tidak ada database catatan kependudukan, tidak ada akses komunikasi yang cepat, dan lain-lain. Mungkin poin ini malah menjadi menarik karena bisa memberikan suasana berbeda dengan zaman sekarang. Jadi pembaca bisa keluar dari realita dan menuju masa lalu. Namun saya merasa itu kurang karena terbiasa melihat film-film kriminal modern. Jadi jika kalian seperti saya, mungkin poin ini adalah kekurangan. Namun jika tidak, bisa jadi poin ini malah jadi kelebihan dari novel ini.

Bicara masalah sering lihat film, itu juga merupakan hal yang mengganjal sebenarnya. Beberapa detail cerita terasa tidak baru dan unik, ya karena mungkin ada banyak cerita-cerita lain entah dari film atau novel yang meniru novel ini yang kebetulan pernah saya lihat. Mungkin juga sebaliknya. Ya mungkin di masanya buku ini terasa segar dan baru, tapi kalau zaman sekarang ya lebih terasa out dated. Perlu sadar saja sih pas baca, sadar bahwa buku ini buku lama, buku yang berbeda masa.

Penutup

Jadi, apakah kalian akan baca buku ini? Yang jelas versi Indonesianya ada kok, jadi tetap ada opsi lain selain yang bahasa Inggris. Jangan lupa ya untuk membagikan tanggapan kalian di kolom komentar. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya! Bye bye!

Komentar

Ingin berkomentar?