Supernatural
( Edited Image, source: IMDb )

Supernatural, Akhirnya Nonton Juga!

14 Agu 2024, (terakhir diedit pada 14 Agu 2024)
259
0

Bagi kalian yang suka nonton TV sedari kecil (plus nyolong-nyolong waktu di atas jam tidur pas malam), kemungkinan besar tahu series Amerika yang satu ini. Supernatural, bisa dikatakan salah satu series paling terkenal di masanya. Pertama kali diputar tahun 2005 dan bertahan 15 season sebelum finale, tontonan ini adalah yang terpanjang di antara series-series yang saya tahu. Memang catatannya, saya tidak tahu banyak series sih, hehehe. Yang saya tahu selain itu paling cuma Friends sama Smallville.

Untuk Supernatural sendiri, sebenarnya sudah ada di TV Indonesia sejak saya kecil. Antara akhir SD atau pas SMP karena saya masuk SMP 2008, jadi ya sekitar itu. Sewaktu saya melihat iklannya di TV (kalau tidak salah Trans7), saya semi-semi tertarik. Secara visual, series ini kelihatan keren dengan mas-mas macho yang melawan makhluk-makhluk jahat. Jadi mudah untuk tertarik. Sayangnya, makhluk-makhluk jahatnya itu serem, alias series ini bertema horor. Saya yang penakut jadi tidak berani nonton. Catatan lagi, penakut di sini artinya penakut sekali. Saya ke kamar mandi saja tidak berani sendiri, perlu ditemani minimal sampai ke dapur. Lagi pula saya masih kecil, memang bukan tontonannya.

Waktu berlalu hingga saya lupa adanya series ini. Nah belakangan, saya jadi kembali menemuinya. Awalnya, karena saya berlangganan paket data Telkomsel. Loh, apa hubungannya? Paket data Telkomsel ternyata ada yang sekalian termasuk paket Prime Video Mobile. Bukan bermaksud promosi, tapi kebetulan ada tontonan yang saya ingin tonton di sana. Tidak lain dan tidak bukan yakni The Boys. Di season 3, ada tokoh bernama Soldier Boy yang diperankan Jensen Ackles. Saya tersirep saya aktor ini, karena dia itu keren, cool, terutama ditunjang dengan suaranya yang berat. Laki banget lah. Nah kemudian saya cari-cari dan ternyata ia itu pemerannya salah satu tokoh utama di Supernatural. Nah, teringatlah saya dengan series ini lagi.

Berhubung Prime Video itu juga ada tontonan lawasnya, saya coba cari Supernatural. Ternyata ada, dan lengkap mulai dari season 1 sampai 15. Lalu, mengingat saya sudah besar (bukan berumur ya, cuma besar saja, dewasapun kayanya ngga juga), maka saya sudah tidak (terlalu) takut lagi dengan masalah hantu-hantu atau monster. Buktinya saya biasa tidur di rumah Mbah sendirian. Padahal, banyak orang yang takut lho. Saya juga pernah nonton Fix Serem 2 atau 3 season di rumah Mbah, dan sekali lagi, sendirian.

Btw, saya malah tidak jadi nonton The Boys. Lho, kok bisa? Alasannya lebih pada apa yang saya rasakan sekarang ini tentang series tersebut, khususnya setelah menonton beberapa episode. Banyak kekerasan (berbentuk adegan maupun gambar hasil adegan) yang terpampang nyata di sana, yang lumayan traumatic. Juga moralnya kurang bisa diabaikan begitu saja sih. Kalau saya pikir-pikir lagi, mending saya tidak menonton yang begituan dulu 'lah. Takut mempengaruhi mental.

Di sisi lain, untungnya Supernatural itu dulu serial TV. Makanya tidak bisa seekstrim itu. Ada sensor-sensor yang harus terlewati dulu, makanya lebih jinak.

Supernatural Sumber: IMDb

Yah, begitulah sedikit cerita saya mengenai serial Supernatural. Sampai saya menulis tulisan ini, saya menyelesaikan season 2. Jadi terima kasih, dan sampai....

Eh, tidak-tidak. Tulisan ini belum berakhir.

Selanjutnya, saya ingin membahas tentang series ini lebih banyak, berdasarkan kesan saya terutama dengan dua season pertamanya. Karena menurut saya, ada beberapa hal unik yang bisa kita bahas bersama-sama.

Kelebihan pada Masanya

Okey, kita berpikir positif terlebih dahulu. Kita akan membicarakan yang menarik dari Supernatural. Bagi saya, setidaknya ada empat hal yang membuat series ini bisa menarik para penonton untuk menikmatinya saat ia dulu tayang di TV.

Berpura-pura Jadi Polisi, Menerobos Masuk ke Mana-mana

Cerita yang berkaitan dengan hantu dan monster membuat pihak yang berwajib kerap turun tangan. Sedangkan kakak beradik pahlawan kita ini bukan siapa-siapa. Karena itu, mereka harus melanggar aturan agar bisa mendapat petunjuk tentang kasus yang mereka kerjakan. Cara yang paling sering mereka lakukan adalah memalsu lencana kepolisian atau militer. Di hampir semua episode season satu, ada adegan ini.

Saya awalnya kurang nyaman, karena saya tipe orang yang mengikuti aturan. Saya takut melanggar, dan saya juga takut melihat orang melanggar aturan. Kalau sampai tertangkap, apa yang akan mereka lakukan? Duh, takut....! Namun, lama-kelamaan saya bisa menikmatinya. Justru sebenarnya, itulah serunya!

Siapa anak remaja yang tidak ingin bermain polisi-polisian tapi pakai TKP sungguhan? Lalu cari-cari data, tanya ke sana ke mari, menyelidiki kasus? Tentu menyenangkan! Lalu, sekalipun ketahuan, rasa deg-degannya itu malah menambah keseruan dari ceritanya. Bagaimana Dean dan Sam akhirnya bisa keluar dari situasi tersebut? Dan tentunya, karena ini hanya fiksi belaka, tiba-tiba saja mereka bisa menyelesaikan masalah itu. Intinya tontonan itu jangan dianggap serius (berusaha berkata pada diri sendiri saya ini, hehehe).

Menyelidiki Misteri bak Detektif

Supernatural di season-season awal berurusan dengan macam-macam kasus supernatural. Mulai dari arwah pembalas dendam, arwah gentayangan biasa, iblis, monster-monster legenda, hingga dewa-dewa dari berbagai mitologi. Hanya saja, di awal tiap episode kita belum tahu semua itu. Yang kita tahu hanyalah kejadian yang menimpa korban yang disertai keanehan-keanehan tidak logis.

Karena itu, kedua pahlawan kita ini harus menyelidiki terlebih dahulu, agar mereka tahu dengan siapa mereka berhadapan. Biasanya dari koneksi antar korban, tanda-tanda khas, dan cakupan permasalahan yang ada. Biasanya, hal-hal ini akan mengarahkan mereka ke suatu lore dari makhluk-makhluk ajaib yang tercantum dalam buku-buku kuno. Baru kemudian mereka bisa tahu senjata dan/atau cara apa yang paling ampuh untuk membasminya.

Proses ini memang tidak benar-benar seperti detektif yang mengandalkan deduksi dan logika. Namun, berbagai cerita mitologi dan legenda yang ada sangat menarik untuk diikuti. Konsep ini juga membuat ceritanya jadi tidak monoton dan mudah tertebak.

Melawan Hantu, Iblis, dan Monster

Apa yang lebih badass dari pada berburu hantu dan mengalahkan monster-monster? Apalagi makhluk-makhluk tersebut terlihat seram dan ganas? Perlu senjata khusus, ilmu khusus, lalu rapalan mantra-mantra tertentu agar mampu melakukannya. Mungkin ini juga salah satu fantasi yang paling banyak dimiliki para remaja.

Namanya juga Supernatural ya? Inilah yang paling dijual dari series ini. Dan seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, cerita-cerita mistis yang ada lumayan bagus dengan reasearch yang bagus pula.

Kakak Beradik Cool

Kalau saya, inilah alasan utama saya menonton series ini. Saya suka yang main. Mereka ganteng-ganteng dan keren-keren hehehe. Jangan takut, saya normal kok! Tidak ada keraguan mengenainya (beneran, percayalah pada saya!).

Dean, Sam, dan Impala, Supernatural Sumber: IMDb

Tapi serius-serius, mereka memang benar-benar keren. Lebih dari sekedar penampilan, penulisan karakter masing-masing tokoh menurut saya bagus dan memikat. Orang-orang mudah suka pada kedua tokoh ini. Mereka terasa relate dengan berbagai sifat konyol nan manusiawi mereka, tapi tetap terlihat sisi pahlawan yang mengagumkan.

Mengapa Mulai Menontonnya Sekarang

Nah, mengapa saya perlu membahas series ini padahal sudah tua sekali? Sebenarnya tidak terlalu tua juga sih seharusnya. Saya sendiri sempat berpikir untuk mulai menonton Friend dari awal. Series ini lebih tua lagi malah. Dan saya yakin pasti ada di luar sana yang benar-benar menontonnya mulai sekarang (semoga saya benar). Kembali lagi ke Supernatural, mari kita coba bahas tentang apa yang manarik untuk orang-orang zaman sekarang.

Yang pertama mungkin keseruan dari series ini sendiri. Cerita tentang berburu hantu, iblis, monster, dll tentu akan selalu terlihat keren dan menyenangkan. Alasan paling masuk akal karena toh cara-cara yang digunakan dalam perburuan sebenarnya adalah cara-cara kuno yang dilakukan orang-orang zaman dahulu. Sekalipun kita sekarang sudah di zaman modern, kita pasti masih tetap menggunakan cara yang sama. Lalu, makhluk-makhluknya pun tidak berubah. Yang namanya setan yang setan, tidak ada yang berbeda dulu dan sekarang. Tidak ada tuh yang namanya iblis 4G atau 5G, begitu juga setan industri 4.0.

Sam menodong Dean, Supernatural Sumber: IMDb

Yang kedua, yang paling saya rasakan, adalah dinamika kakak beradik sang tokoh utama. Mereka adalah young adult yang telah melalui banyak masalah keluarga rumit. Ibu meninggal sedari kecil, dilatih berburu dan bertemu monster-monster seram, hingga melihat orang-orang yang menjadi korban kekuatan jahat di dunia ini. Perlawanan batin, tekanan, dan penderitaan, semua itu tertampil dengan gaya series yang blak-blakan dan mudah dimengerti. Kita jadi bisa ikut merasakan apa yang mereka rasakan, terutama jika kita sendiri punya masalah dalam hidup kita. Dan yang ini juga menurut saya tidak terpengaruh dengan perkembangan teknologi. Jika kita kehilangan orang terkasih, ya sudah. Di zaman apapun, kita akan tetap sedih dan harus merelakan mereka.

Mengapa Tidak Ingin Menontonnya

Okey, lalu apakah Supernatural ini series yang semua orang perlu tonton? Saya rasa tidak juga.

Yang jelas, series ini ber-genre horor. Jadi kalau yang penakut, atau tidak suka merasa takut, lebih baik skip saja series ini. Memang adegannya tidak akan seseram dan semengagetkan film horor layar lebar, apalagi kita menontonnya di HP atau layar komputer atau TV, tapi tetap saja seram. Kadang-kadang ada adegan jump scare yang lumayan membuat jantung berdebar. Hantunya pun lumayan seram, dengan riasan dan efek CGI yang sudah lumayan rapi untuk kelas series bahkan sampai sekarang.

Hantu di Supernatural Sumber: IMDb

Lalu, series ini punya sifat santai. Sesekali cerita diselingi komedi-komedi di sana-sini. Mungkin bapack-bapack yang biasa nonton misteri kriminal serius kurang suka. Bagi mereka, mungkin Peaky Blinders lebih cocok.

Satu Keanehan yang Saya Temui

Series ini berasal dari Amerika, negaranya Hollywood. Terdapat perbedaan yang saya lihat dari cerita fantasi di sana dengan yang ada di negara kita ini. Perbedaan tersebut adalah para pemburu hantu.

Di Supernatural, siapa saja bisa menjadi hunter. Tidak peduli dari ras apa, asalnya dari mana, keturunan siapa, tidak ada pengecualian. Bahkan, kalau kalian misal mau berburu iblis mulai besok, di universe ini bisa-bisa saja. Asalkan jangan sampai terbunuh saja. Cara-cara yang dipakai dalam berburu adalah cara-cara yang tertulis dalam buku-buku kuno yang mereka pilah-pilah untuk mendapatkan mana yang paling akurat. Misalnya roh halus itu bisa ditekan dengan garam dan besi murni. Karena itu, salah satu senjata mereka melawan hantu adalah shotgun berpeluru garam. Atau iblis bisa dilemahkan dengan simbol bintang khusus yang digambar di langit-langit ruangan. Iblis juga bisa dirukyah dengan ayat-ayat Kitab Suci yang berbahasa Latin.

Nah, kalau di negara kita 'kan tidak seperti itu. Jangankan melawan, yang bisa melihat roh halus saja perlu punya ilmu khusus. Mungkin yang sudah berguru ke gunung, mungkin yang keturunan orang sakti, mungkin yang punya indera keenam yang tidak dimiliki semua orang. Cara-cara untuk melawan hantu juga sesuai dengan pengetahuan orang-orang ini. Bisa jadi ajaran dari perguruan mereka, bisa juga dari pengalaman mereka, dan lain-lain.

Menurut saya hal ini unik. Saya tidak merasa itu kelebihan atau pun kekurangan. Mungkin kalau melihat dari sisi penulis naskah, ciri ini menjadi kelebihan tersendiri. Para penulis ini jadi lebih bebas dalam membuat cerita, tidak tertahan oleh keterbatasan ilmu para tokohnya. Kemudian, mengubah-ubah peran tokoh juga mudah. Mungkin juga, cerita menjadi lebih mudah dibuat seru karena penyerderhanaan cara-cara bertarung dengan makhluk-makhluk dunia lain tersebut.

Penutup

Okey, sekali lagi tulisan yang memperlihatkan saya bukan orang yang suka update tren masa kini. Justru, saya orang yang suka cari-cari hal-hal kuno. Btw, sekarang ini saya merasa bahwa saya itu malah tidak suka sesuatu yang baru gres. Saya lebih sering menunggu hal tersebut 'tua' dulu, baru saya ikuti. Saya merasakannya di banyak tempat, mulai dari film, series seperti topik tulisan ini, hingga musik atau lagu. Entah mengapa ya, saya juga tidak terlalu paham. Dugaan saya, saya itu tidak terlalu suka mengikuti kelompok. Saya tidak suka menjadi pengikut tren, tapi lebih suka berada di luar kenormalan. Kemungkinan lain, saya merasa terkadang orang-orang yang menjadi fans itu membuat saya merasa agak risih. Yang saya bicarakan di sini yang fans fanatik lho ya! Kalau fans biasa-biasa saja sih saya tidak terpengaruh. Sehingga saya tidak ingin disebut bagian dalam fans fanatik itu. Ya, saya juga tidak tahu mengapa saya bisa menghubungkan mengikuti tren dan fans fanatik. Seakan-akan benang penghubungnya itu terulur begitu saja di pikiran saya. Yah, begitulah saya, memang manusia aneh, hehehe.

Well, untuk Supernatural sendiri, menurut saya adalah series yang cocok sekali dengan orang-orang yang masih baru jadi dewasa, mungkin usia mahasiswa atau yang baru lulus. Sekalipun memang tidak tertutup juga untuk kalangan lain yang masih berjiwa muda. Series ini sangat seru dengan berbagai aksi laga melawan kekuatan 'supernatural', yang diambil dari banyak kebudayaan. Cukup meyakinkan bagi saya. Ditambah dengan dinamika permasalahan keluarga yang 'tidak sempurna', yang relevan dengan permasalahan-permasalahan yang dihadapi target pasarnya. Kalau sekarang, millennial dan gen Z saya rasa tetap bisa relate. Makanya, saya tetap jadikan Supernatural ini sebagai bahan tulisan saya di tahun 2024. Bagaimana menurut kalian? Setujukah dengan saya? Tertarik juga untuk mulai nonton?

Cukup sekian kali ya tulisan ini. Terima kasih sudah mampir. Maaf-maaf kalau ada salah-salah kata dan penulisan. Semoga bermanfaat, dan sampai jumpa lagi, da da!

Catatan

Beberapa gambar di post ini diperbesar dengan waifu2x.

Komentar

Ingin berkomentar?