sang alkemis edited
( Edited Image, source: Gramedia )

Sang Alkemis (The Alchemist), Novel yang Penuh Makna Kehidupan

7 Mei 2024, (terakhir diedit pada 7 Mei 2024)
172
0

Hidup ini penuh perjuangan. Saat kita punya mimpi, mampukah kita menemukan takdir yang menuntun kita untuk mencapainya? Novel Sang Alkemis (The Alchemist) berusaha memberi petuah-petuah bijak melalui bahasa sastra bagi mereka yang sedang berjuang menemukan takdir dan menggapai mimpi. Sekalipun buku lawas, tapi isi ceritanya masih relevan untuk masa sekarang.

Saya sudah membacanya sekali, melalui iPusnas, dan sebenarnya merasa kurang paham dengan ceritanya. Terdapat banyak simbol dan perumpamaan tentang kehidupan. Bicara tentang kehidupan saja sudah membuat saya overthinking, apalagi jika ditambah dengan bahasa-bahasa tersirat. Bagaimanapun, saya berusaha berbagi pendapat saya mengenai buku ini. Mungkin saya akan baca lagi suatu saat nanti, dan mungkin saat itu saya punya pandangan lain dibandingkan sekarang. Yang jelas, simbol dan perumpamaan inilah yang membuat saya berani bilang bahwa buku ini masih relevan.

Apakah rekomen? Saya bisa katakan iya mengingat dua teman saya merekomendasikan novel ini. Salah satunya bahkan bilang bahwa novel ini memberinya 'live changing moment'. Kalau menurut saya pribadi, novel ini akan pas bagi orang-orang yang sedang mencari inspirasi, terutama tentang kehidupan. Bisa juga yang sedang mencari motivasi di tengah perjuangannya menggapai tujuan hidup.

Hasil Window Shopping

Pertama kali saya tahu tentang buku ini adalah saat saya sedang iseng mencari-cari buku di Tokopedia. E-commerce merupakan tempat utama bagi saya membeli buku. Saat itu, saya sebenarnya belum punya niat untuk beli. Hanya lihat-lihat saja dan berencana di lain waktu.

Toko yang saya sering buka etalasenya untuk melihat-lihat buku adalah Gramedia Official. Saya biasanya mengurutkan buku berdasarkan penjualan terbanyak. Saat itulah, The Alchemist merupakan salah satu buku di daftar teratas.

Pada saat itu saya tertarik tidak hanya pada kepopulerannya di Gramedia Official, tapi juga karena harga buku ini lumayan murah. Apalagi jika pas ada diskonan, buku ini tambah murah lagi. Karena itu, saya sebenarnya berencana membeli buku fisiknya, alih-alih membaca versi digitalnya.

Namun, suatu hari saya menemukan buku ini di iPusnas. Tidak hanya 'ada', tapi ketersediaannya banyak. Sang Alkemis punya banyak kopi di sana. Kalau tidak salah sekitar puluhan waktu itu. Jumlah ini meningkat sewaktu saya memutuskan untuk meminjam. Saat itu jumlah kopinya lebih dari dua ratus.

Sang Alkemis iPusnas Cover Sang Alkemis di iPusnas (sumber: iPusnas by Perpusnas)

Si Gembala yang Mendapat Wangsit

Selanjutnya, kita bahas cerita dalam Sang Alkemis. Perkenalkan Santiago, seorang anak laki-laki (begitu buku ini menyebutnya) yang hidup di dataran Andalusia. Ia hidup dengan menggembalakan domba. Ia memilih menjadi penggembala karena ia ingin menjelajahi tempat-tempat baru. Dan itulah yang ia lakukan setiap hari, berpindah dari satu daerah ke daerah lain untuk mencari rumput dan air bagi domba-dombanya.

Suatu hari, saat sedang tidur di suatu gereja, ia mendapat mimpi menemukan harta karun di piramida-piramida. Ini bukan pertama kalinya ia mendapat mimpi tersebut, melainkan ia sudah berulang kali mendapat mimpi yang sama. Ia yakin ini adalah sebuah pertanda. Dengan berbagai pertanda lain yang ditemuinya kemudian, ia akhirnya pergi untuk mencari harta tersebut. Ia pergi mewujudkan mimpinya.

Kesan Saya Mengenai Buku Ini

Seperti yang saya tulis di awal, saya merasa tidak terlalu paham dengan buku ini, sehingga saya tidak menuliskan pendapat saya dalam hal yang saya sukai dan tidak saya sukai. Saya akan lebih bercerita tentang komponen dan unsur-unsur yang ada dalam ceritanya. Mungkin bisa menarik, mungkin juga tidak. Kalianlah yang menentukannya.

Yang pertama adalah tentang alkimia. Ilmu ini adalah pendahulu ilmu kimia yang kita pahami sekarang. Salah satu yang saya pahami dalam ilmu ini adalah bahwa semua benda yang ada di dunia ini tersusun dari kombinasi dari empat unsur utama. Selain itu, salah satu yang terkenal dari ilmu ini adalah obsesi para ahlinya untuk mengubah logam menjadi emas. Dalam Sang Alkemis, obsesi ini juga menjadi salah satu fokus utama. Ilmu ini sendiri akan memberikan pelajaran-pelajaran kehidupan dengan caranya sendiri.

Kemudian, yang saya tangkap dari ceritanya adalah terdapat setidaknya dua ajaran agama di dalamnya, Nasrani dan Islam. Sang penulis berusaha memberikan sisi nyata dalam kehidupan di mana orang-orang memeluk agama. Ajaran agama ini sendiri akan menjadi pedoman untuk orang-orang yang menganutnya. Dengan menelaah ajaran agama, maka para tokoh berusaha menjalani kehidupan semampu dan sebisa mereka, sekaligus untuk mendapat kebahagiaan.

Hal lain yang mencari ciri khas novel ini adalah banyak simbol di dalamnya. Sebut saja Jiwa Dunia, bahasa tanpa kata-kata, padang pasir, pertanda, dan lain-lain. Ada juga cerita-cerita yang mengajarkan tentang kehidupan yang penuh dengan perumpamaan. Bagi saya, simbol-simbol tersebut sulit untuk saya pahami karena saya orang yang tidak suka basa-basi. Bagaimanapun, mungkin ini justru membuat ceritanya menjadi lebih dalam dan lebih mengena bagi pembacanya. Simbol itu perlu pemaknaan, dan kalau boleh saya bilang, terserah setiap pembaca untuk memaknainya. Apa yang pembaca alami dalam hidup, itu pulalah yang akan menentukan makna dalam perumpamaan dan simbol yang ada di novel ini.

Hal terakhir yang ingin saya sebutkan adalah kisah cinta yang lain dari yang lain. Benar, buku ini memiliki kisah cinta! Namun bukan kisah yang terlihat romantis dan penuh rayu-rayuan. Saya sendiri bingung harus menulis apa tentang ini. Intinya saya hanya ingin bilang bahwa di sini ada cinta-cintaannya! Hehehe. Sekalipun, tentu saja bukan menjadi fokus utama cerita.

Penutup

Mungkin sampai di sini saja tulisan ini. Sekali-kali buat tulisan yang lebih pendek dari biasanya. Sekalian karena saya juga tidak merasa punya hak untuk membahas sesuatu yang tidak terlalu saya pahami. Semoga saya punya kesempatan di lain waktu untuk update pemahaman saya tentang buku ini.

Seperti biasa, terima kasih telah mampir dan membaca tulisan ini. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf jika ada kesalahan. Sampai jumpa lagi di tulisan selanjutnya! Bye bye!

Komentar

Ingin berkomentar?