film acak-acak waktu
( Edited Image, source: IMDb )

Film yang Mengacak-acak Waktu

26 Apr 2024, (terakhir diedit pada 7 Mei 2024)
140
0

Kita hidup di dunia yang memiliki waktu, dan waktu di dunia ini berjalan terus dengan konstan. Dalam selang waktu yang kita miliki, terdapat cerita-cerita yang bisa kita sampaikan. Begitu juga dalam film. Terdapat selang waktu yang mana terdapat konflik atau masalah yang memunculkan kisah. Ada awal dan akhir, dan di antaranya ada perjalanan yang menghubungkan keduanya. Namun, bagaimana jika waktu tidak berjalan sebagaimana biasanya? Dengan kreativitas para sineas, alur film bisa saja mengacak-acak waktu untuk membuat cerita fantasi yang indah. Nah, tulisan kali ini berusaha membuat daftar film-film dengan konsep tersebut.

Ada beberapa syarat saat saya membuat daftar ini. Yang pertama, jelas film tersebut harus sudah pernah saya tonton. Kalau belum, saya tidak bisa berkomentar apa-apa tentang film itu. Yang kedua, film tersebut harus punya minimal satu pesan, suasana, atau adegan yang unik yang hanya bisa terjadi dengan konsep waktu yang ada di film. Atau bisa juga konsep waktu di sini sangat penting. Jadi tidak hanya kembali ke masa lalu atau pergi ke masa depan saja.

Di sini saya berusaha membuat daftar yang berisi bermacam-macam jenis film. Saya ingin menyoroti bagaimana konsep 'acak-acak waktu' dapat digunakan untuk membangun plot sehingga cerita bisa lebih kuat atau lebih unik. Okey, mari kita masuk ke daftarnya!

Tenet (2020)

Film bagus yang sayangnya muncul saat pandemi. Film ini adalah film buatan Christopher Nolan. Kalau fans-nya Mr. Nolan, pasti tahu bahwa dia adalah spesialis film-film ruwet yang membuat penontonnya perlu mengaktifkan otak saat menontonnya. Tenet tidak terkecuali.

Berkisah tentang seorang agen CIA yang menemukan benda aneh dalam suatu operasi penyerbuan. Ia lalu direkrut dalam sebuah tim khusus untuk menyelidiki inverted objects. Waktu dalam benda-benda ini berjalan terbalik. Misalnya peluru yang kembali masuk ke pistol saat ditembakkan, alih-alih keluar menuju sasaran. Dalam perjalanannya itu, ia sedikit demi sedikit membuka rahasi tentang inversion dan juga bahaya yang sedang mengancam seisi dunia.

Tenet Tenet (sumber: IMDb)

Film ini adalah film mikir yang khas Nolan, mengingatkan saya pada Inception (2010). Bedanya kalau Inception itu terkenal dengan layer (lapisan) mimpi, Tenet ingin menyampaikan bagaimana jika dua waktu yang saling berjalan terbalik bertemu dan saling bertubrukan.

Interstellar (2014)

Okey harus saya akui saya sendiri suka dengan Christopher Nolan karena film-filmnya yang menuntut berpikir. Jadi, saya akan memasukkan film lain dari sutradara ini sebagai film kedua dalam daftar. Interstellar adalah film yang saya sukai karena visualnya yang keren, dan saya bersyukur menontonnya di bioskop sekalipun waktu itu agak telat.

Interstellar bercerita tentang bumi beberapa waktu yang akan datang saat ia sudah mengalami penurunan kelayakan untuk ditinggali. Pangan menjadi masalah yang serius. Banyak tumbuhan punah dan tumbuhan yang ada tidak bisa mencukupi kebutuhan. Badai sering terjadi di mana-mana. Seorang petani mantan pilot NASA mendapat pesan aneh yang menghantarkannya ke markas rahasia NASA. Di sana ia diberitahu bahwa NASA percaya terdapat tokoh they yang sedang memberikan petunjuk bagi manusia untuk menemukan planet baru untuk ditinggali, beserta cara untuk bisa ke sana, asalkan manusia mau mencari keduanya. Sang mantan pilot akhirnya mendapat misi untuk pergi melewati lubang cacing dan menyelidiki planet-planet di dekat lubang hitam yang mungkin bisa dijadikan tempat baru untuk didiami.

Interstellar Lubang Hitam, Tokoh Utama dalam Interstellar (sumber: IMDb)

Film ini tidak membuat orang kembali ke masa lalu atau pergi ke masa depan. Namun, film ini membuat orang-orang di dalamnya berada di garis waktu yang berbeda. Interstellar menggunakan konsep relativitas yang diajarkan pada anak-anak SMA sebagai salah satu komponen pembangun cerita. Berdasarkan teori relativitas, waktu yang dialami suatu objek itu bisa saja berbeda dengan waktu yang dialami objek lain. Waktu tersebut bisa berjalan lebih cepat atau lebih lambat. Nah di film ini, faktor utama yang menyebabkan waktu berjalan dengan kecepatan yang berbeda adalah gravitasi. Saat para pilot berada dalam pengaruh gravitasi lubang hitam, waktu yang mereka rasakan berjalan lebih cepat dibandingkan waktu yang dirasakan orang-orang di bumi.

Tomorrow I will date with Yesterday's You (2016)

Film acak-acak waktu yang ruwet tidak hanya menarik di film yang punya tema utama fantasi. Dalam film romance pun, konsep ini ternyata bisa menghasilkan kisah yang indah. Tomorrow I Will Date with Yesterday's You atau yang memiliki judul lain My Tomorrow, Your Yesterday membuat waktu sebagai sarana menghanyutkan perasaan pemirsanya.

My Tomorrow, Your Yesterday Tomorrow I will date with Yesterday's You (sumber: IMDb)

Film dari Jepang ini diawali dengan seorang mahasiswa laki-laki yang tidak sengaja bertemu perempuan di kereta. Mereka lalu berkenalan. Saat itu si laki-laki sudah mulai merasa suka padanya. Hari berikutnya tidak disangka-sangka si perempuan muncul begitu saja. Mereka lalu semakin dekat dan mulai menjalin hubungan. Namun si perempuan memberi syarat bahwa ia harus pulang sebelum tengah malam. Setelah beberapa hari berselang, si perempuan mengungkapkan rahasia besarnya. Ia bukan dari dunia yang sama dengan si laki-laki. Di dunianya, hari berganti dengan arah terbalik. Esok hari bagi si perempuan adalah kemarin bagi si laki-laki.

Di awal-awal film, saya sempat bingung. Apa urusannya membalik arah bergantinya hari seperti ini? Apa untungnya? Akan tetapi saat saya meneruskan menonton, ternyata saya mulai paham. Film ini sendiri yang menyampaikan maksudnya secara tersurat. Ya, unik juga jadinya. Kisah romansa yang memakai masalah berbau di luar nalar untuk membuat konflik cerita yang segar.

Edge of Tomorrow (2014)

Okey, setelah cinta-cintaan kita beralih ke film pure aksi laga. Edge of Tomorrow, filmnya Tom Cruise, adalah film yang tidak saya duga juga mengacak-acak waktu. Awalnya saya kira film ini hanya sekedar film perang alien saja. Namun nyatanya ia punya alur yang lebih menarik dibandingkan itu.

Ceritanya memang tentang alien. Di suatu waktu di masa depan yang tidak terlalu jauh, gerombolan alien bernama mimic menginvasi bumi. Tom Cruise berperan sebagai perwira yang dijebak untuk berperang langsung di garis depan melawan mimic. Di sebuah pantai tempat perang terjadi, ia bertemu dengan seorang tentara wanita yang menjadi pahlawan setelah perannya dalam Perang Verdum. Ia dan wanita itu lalu bertarung dengan mimic yang lebih besar dibandingkan biasanya. Keduanya tewas, dengan si perwira terkena tetesan darah dari mimic. Anehnya kemudian, perwira itu malah bangun lagi di hari sebelumnya perang di pantai terjadi. Ia lalu menemui tentara wanita yang ia temui di perang dan akhirnya ia tahu bahwa itulah kekuatan mimic. Mimic tertentu memiliki kekuatan untuk mereset waktu saat ia mati. Dan karena perwira itu terkena darahnya, maka ia sekarang memiliki kekuatan yang sama. Mereka lantas menyusun rencana untuk bisa memenangkan perang memanfaatkan kekuatan tersebut.

Edge of Tomorrow Edge of Tomorrow (sumber: IMDb)

Bagi saya, cerita di film ini lumayan bagus. Film alien biasanya berkisar horror atau action saja, tapi film ini juga memanfaatkan alur cerita untuk membuatnya lebih menarik. Aksinya tetap ada, sekalipun menggunakan CGI di mana-mana yang wajar mengingat film alien, ada sedikit mikirnya juga sekalipun tidak sampai membuat pusing.

Looper (2012)

Film selanjutnya adalah film yang baru saya ingat di menit-menit terakhir saya menulis tulisan ini. Looper adalah film yang saya tonton sewaktu saya SMA, dan film ini benar-benar cocok untuk berada di daftar ini. Saya sempat lupa karena saya tidak terlalu terkesan dengan film ini. Gaya film ini yang saya rasa seperti film cowboy atau western membuat saya bosan di banyak bagian film. Bagaimana pun, mari kita bahas alur ceritanya.

Film ini berlatar di suatu waktu di masa depan yang tidak terlalu jauh. Perkenalkan Joe, seorang Looper. Looper bekerja untuk sebuah organisasi kejahatan yang dipimpin oleh seseorang berjuluk Rainmaker. Tugas Looper adalah membunuh orang-orang dari masa depan yang dikirim organisasi ini. Pekerjaan Looper mempunyai konsekuensi besar, yakni pada suatu saat mereka harus membunuh diri mereka sendiri dari masa depan. Saat itulah loop closed dan mereka bebas dari tugas. Mereka lalu bisa menghabiskan sisa hidup mereka dengan sesuka hati sampai, tentunya, organisasinya Rainmaker menangkap mereka. Suatu hari, Joe dari masa depan muncul dan dapat lolos dari Joe masa kini. Kemudian terungkap bahwa Joe masa depan ternyata punya tujuan nekat yang membahayakan keselamatan orang banyak.

Looper Looper (sumber: IMDb)

Yah, dalam Looper terdapat konsep-konsep perjalanan waktu yang unik. Salah satunya masa depan yang ada sangat terpengaruh oleh masa lalu. Misalnya orang dari masa depan yang sudah ada di masa sekarang akan lansung mendapat bekas luka saat dirinya di masa sekarang dilukai. Jadi semua masa lalu yang telah dilewati orang di masa depan bisa 'ditulis ulang'.

X-Men: Days of Future Past (2014)

Film selanjutnya dalam daftar ini adalah film yang diangkat dari komik, tepatnya komik Marvel. Bukan MCU, bukan Avenger, tapi saudaranya yaitu X-Men. Kali ini, ceritanya berkisar masalah mutan yang berusaha mempertahankan kehidupan kaumnya.

Days of Future Past diawali dengan adegan di masa depan. Pada saat itu, mutan berada dalam posisi terpojok karena mereka diburu oleh Sentinel, robot-robot raksasa yang dengan mudah membunuh karena bisa meniru kemampuan mutan. Saat itu, para mutan yang tersisa membuat rencana. Dengan kekuatan Kitty Pryde yang mampu mengirim pikiran seseorang ke masa lalu, mereka berencana mencegah manusia membuat Sentinel sedari awal. Waktu yang dituju sangatlah jauh di masa lalu sehingga dapat merusak otak, maka dari itu pilihan jatuh pada Logan atau sang Wolverine. Dikirimlah ia ke masa lalu. Di sana ia menjalankan tugasnya dengan meminta bantuan Profesor X dan The Beast, hingga Magneto. Konflik yang terjadi antara sesama mutan juga dengan manusia membuat tugas tersebut tidak berjalan mudah.

Days of Future Past X-Men Days of Future Past (sumber: IMDb)

Konsep mengacak-acak waktu dalam film ini sebenarnya tidak terlalu kuat. Wolverine hanya dikirim ke masa lalu, sedangkan masa sekarang tidak mendapat dampak yang terlalu berarti. Hanya saja, terdapat beberapa adegan yang unik yang berkesan bagi saya yang berhubungan dengan perjalanan waktu.

La Jetee (1962) dan 12 Monkeys (1995)

Lho, kok kali ini ada dua film sekaligus? Karena, kedua film ini memiliki cerita yang serupa. La Jetee adalah film pendek asal Prancis yang menjadi inspirasi cerita 12 Monkeys. Terdapat banyak perbedaan antara kedua film tersebut, tapi untuk masalah perjalanan waktu mereka hampir-hampir sama.

La Jetee bercerita tentang suatu waktu di masa depan setelah terjadinya perang dunia ketiga. Bumi mengalami kerusakan parah hingga manusia harus hidup di bawah tanah. Dalam mencari cara memperbaiki keadaan bumi, para ilmuan membuat mesin waktu yang diharapkan bisa mengirim seseorang ke masa depan untuk bertanya tentang jawaban atas kondisi ini. Saat mereka berhasil membuat mesin itu, mereka memerintahkan seorang laki-laki untuk menjalankan tugas itu. Namun, mereka perlu mengetes mesin tersebut dengan terlebih dahulu mengirim laki-laki tersebut kembali ke masa lalu. Di sana, ia bertemu dengan seorang perempuan dan jatuh cinta padanya.

La Jetee La Jetee (sumber: IMDb)

La Jetee adalah film lama yang unik karena menggunakan gambar-gambar diam dan narasi sebagai media bercerita. Gambar-gambar hitam-putih berganti-ganti untuk memberikan representasi visual dari adegan yang diceritakan. Saya merasa film ini berkesan kelam. Ceritanya terasa sedih sejak awal terutama karena gambar-gambar yang digunakan dan nada bicara si narator. Pada satu titik, konsep perjalanan waktu akan menemukan arti dalam keseluruhan cerita.

Twelve Monkeys memiliki perbedaan utama di permasalahan yang ingin diselesaikan. Alih-alih perang, dalam film ini manusia mengalami ancaman virus. Pemerintah yakin rahasia virus tersebut ada pada sekte 12 Monkeys yang muncul di saat yang bersamaan dengan virus itu pertama kali terdeteksi. Kali ini, seorang tahanan yang dikirim ke masa lalu untuk menemukan jawaban dari 12 Monkeys itu.

12 Monkeys 12 Monkeys (sumber: IMDb)

Film kedua ini lebih mementingkan alur cerita dibandingkan suasana yang menyentuh. Terdapat poin-poin menarik dengan konspirasi 12 Monkeys dan virus, begitu juga dengan hubungan antara masa lalu dan masa depan yang terjadi karena adanya perjalanan waktu. Bisa dikatakan, sekalipun satu film terinspirasi dari film yang lain, tapi kedua film ini memiliki kesan yang lumayan berbeda satu sama lain.

Daftar Harapan

Saya ingin mengartikan honorable mentions ke dalam bahasa Indonesia, tapi saya tidak yakin. Apakah 'daftar harapan' ini cukup pas? Saya jadi ingin tahu.

Bagaimana pun, marilah kita kembali ke daftar film acak-acak waktu. Ada beberapa film lain yang menurut saya juga memiliki konsep merubah waktu selain film-film di atas. Hanya saja, film-film ini mengandung spoiler jika masalah waktunya dibahas. Atau bisa juga karena film-film ini tidak memenuhi syarat yang saya bicarakan di awal. Film-film tersebut adalah Harry Potter and The Prisoner of Azkaban (2004), Insidious: Chapter 2 (2013), dan Secret (2007). Jika kalian belum menonton film-film tersebut, ada baiknya kalian skip saja bagian ini.

Prisoner of Azkaban punya satu bagian yang berhubungan dengan waktu. Di akhir, terungkap bahwa sebenarnya kejadian-kejadian yang sebelumnya terjadi merupakan akibat dari Harry dan Hermoine yang kembali ke masa lalu dengan menggunakan kalung khusus. Misalnya nasib sesungguhnay kuda setengah burung, suara serigala misterius yang tiba-tiba muncul dan menarik perhatian Remus, juga yang menyelamatkan Harry dari Domentor sang Pelahap Maut.

Beralih ke film selanjutnya, Insidious: Chapter 2 sendiri adalah salah satu film horror yang sangat berkesan bagi saya. Melanjutkan kisah dari pendahulunya, film ini kembali menampilkan keluarga Lambert setelah kejadian pengusiran setan bersama Elise. Sang bapak yang terjebak dalam dunia roh harus menemukan jalan untuk kembali ke tubuhnya sendiri, dan dalam perjalanannya itu ia mengungkap kebenaran tentang sosok yang menghantuinya sejak kecil. Film ini punya konsep tentang waktu meski sedikit. Pada salah satu adegan, terlihat sang bapak yang berusaha berkomunikasi dengan diri dan keluarganya di masa lalu. Adegan tersebut menjadi jawaban dari adegan-adegan aneh yang terjadi di film pertama. Jadi, mungkin maksudnya di sini adalah dunia roh tidak dibatasi waktu. Roh-roh di 'dimensi roh' Insidious bisa pergi ke waktu-waktu yang mereka inginkan.

Kemudian, kita beralih ke Secret, sebuah film asal Taiwan. Film ini sebenarnya lebih berfokus tentang kisah cinta dua murid sekolah musik. Mereka merasa terhubung melalui piano. Hingga akhirnya, di akhir film, ternyata sang murid perempuan menghilang entah ke mana. Apakah dia hantu? Namun ternyata jawabannya lebih wadaw dari itu. Si murid perempuan adalah orang yang datang dari masa lalu. Film ini merupakan film romansa lain yang tidak hanya bercerita masalah hubungan dua kekasih saja, atau kisah-kisah masa remaja yang menyenangkan, tapi juga berusaha memberi kesan yang dalam dengan ending twist yang ia miliki. Ia berusaha menampilkan romance yang ga gitu-gitu aja.

Film Maksa Masuk Daftar

The Curious Case of Benjamin Button The Curious Case of Benjamin Button (sumber: IMDb)

Untuk terakhir, saya ingin menyebutkan satu film lagi: The Curious Case of Benjamin Button (2008). Film drama ini agak aneh dengan ide ceritanya. Bayangkan jika seorang hidup tapi tidak bertambah tua, melainkan semakin muda setiap harinya. Ia terlahir tua dan di masa akhir hidupnya, ia akan menjadi anak-anak. Cerita yang menurut saya menarik sekalipun tidak benar-benar mengacak-acak waktu. Semua ingatan dan kenangan berjalan dengan semestinya, hanya fisik si Benjamin yang berperilaku lain. Ya unik saja, dan meskipun maksa, tetap berhubungan dengan waktu melalui usia.

Penutup

Okey, tulisan yang lumayan panjang jadinya. Padahal tidak banyak yang saya sebutkan.

Oh iya, ada juga film Avenger: Endgame, tapi saya merasa film itu tidak terlalu ingin saya bahas di tulisan ini. Menurut saya, ceritanya itu tidak terlalu berkesan bagi saya di bagian perjalanan waktunya. Itu menurut saya, tentu lain bagi kalian. Adakah film lain tentang acak-acak waktu yang seharusnya masuk dalam daftar ini? Mungkin film-film favorit kalian?

Sebagai penutup, saya ingin mengucapkan terima kasih sudah mampir dan membaca tulisan ini. Mohon maaf juga jika ada kesalahan. Beberapa film di sini saya tonton sudah sangat lama, mungkin ada beberapa alur cerita atau detail yang salah. Okey-lah, sampai jumpa di tulisan-tulisan lainnya!

Komentar

Ingin berkomentar?